Rabu, 14 Februari 2018

PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM K-13
Pembelajaran merupakan proses interaksi antarpeserta didik dengan pendidik dan sumber belajar lainnya yang berlangsung secara edukatif yang mengandung serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Pembelajaran yang baik dan efektif dapat dihasilkan melalui berbagai inovasi-inovasi yang dipercaya dapat mencapai tujuan-tujuan dari proses pembelajaran salah satunya dengan menerapkan pendekatan Saintifik dalam Kurikulum 2013. Menurut Sufairoh (2016:120) Pendekatan pembelajaran dalam serangkaian tindakan pembelajaran yang dilandasi oleh prisip dasar tertentu (filosfis, psikologis, didaktif, dan ekologis) yag mewadahi, menginspirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran tertentu (kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).
Menurut Permatasari (2014:12) Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yag terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi masalah yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan dan merumuskan hipotesis, mengumpulkan data atau informasi dengan berbagai teknik,  mengolah atau menganalisis data atau informasi dan menarik kesimpilan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan dan juga temuan lain diluar rumusan masalah untuk memperoleh keterampilan dan sikap (mencipta)
Berdasarkan pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan seperti melakukan pengamatan, merumuskan hipotesis hingga pada kegiatan akhir berupa penarikan kesimpulan yang bertujuan untuk mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa cenderuk aktif dan mandiri dalam menggali ilmu pengetahuan.
Menurut Sufairoh (2016:120) Di dalam Kurikulum 2013 yang sekarang mulai diterapkan di sebagian sekolah- sekolah adalah Pendekatan Saintifik. Secara Istilah pengertian dari pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, meng-analisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”
Proses pembelajaran yang mengacu pada pendekatan saintifik menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (2016) meliputi lima langkah, yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengkomu-nikasikan. Selanjutnya dijelaskan sebagai berikut.
  1. Mengamati, yaitu kegiatan siswa mengidentifikasi melalui indera penglihat (membaca, menyimak), pembau, pendengar, pengecap dan peraba pada waktu mengamati suatu objek dengan ataupun tanpa alat bantu. Alternatif kegiatan mengamati antara lain observasi lingkungan, mengamati gambar, video, table dan grafik data, menganalisis peta, membaca berbagai informasi yang tersedia di megdia masa dan internet maupun sumber lain. Bentuk hasil belajar dari kegiatan mengamati adalah siswa dapat mengidentifikasi masalah.
  2. Menanya, yaitu kegiatan siswa mengungkapkan apa yang ingin diketahuinya baik yang berkenaan dengan suatu objek, peristiwa, suatu proses tertentu. Dalam kegiatan menanya, siswa membuat pertanyaan secara individu atau kelompok tentang apa yang belum diketahuinya. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kepada guru, narasumber, siswa lainnya dan atau kepada diri sendiri dengan bimbingan guru hingga siswa dapat mandiri dan menjadi kebiasaan. Pertanyaan dapat diajukan secara lisan dan tulisan serta harus dapat membangkitkan motivasi siswa untuk tetap aktif dan gembira. Bentuknya dapat berupa kalimat pertanyaan dan kalimat hipotesis. Hasil belajar dari kegiatanmenanya adalah siswa dapat merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis.
  3. Mengumpulkan data, yaitu kegiatan siswa mencari informasi sebagai bahan untuk dianalisis dan disimpulkan. Kegiatan mengumpulkan data dapat dilakukan dengan cara membaca buku, mengumpulkan data sekunder, observasi lapangan, uji coba (eksperimen), wawancara, menyebarkan kuesioner, dan lain-lain. Hasil belajar dari kegiatan mengumpulkan data adalah siswa dapat menguji hipotesis.
  4. Mengasosiasi, yaitu kegiatan siswa mengolah data dalam bentuk serangkaian aktivitas fisik dan pikiran dengan bantuan peralatan tertentu. Bentuk kegiatan mengolah data antara lain melakukan klasifikasi, pengurutan (sorting), menghitung, membagi, dan menyusun data dalam bentuk yang lebih informatif, serta menentukan sumber data sehingga lebih bermakna. Kegiatan siswa dalam mengolah data misalnya membuat tabel, grafik, bagan, peta konsep, menghitung, dan pemodelan. Selanjutnya siswa menganalisis data untuk membandingkan ataupun menentukan hubungan antara data yang telah diolahnya dengan teori yang ada sehingga dapat ditarik simpulan dan atau ditemukannya prinsip dan konsep penting yang bermakna dalam menambah skema kognitif, meluaskan pengalaman, dan wawasan pengetahuannya. Hasil belajar dari kegiatan menalar/mengasosiasi adalah siswa dapat menyim-pulkan hasil kajian dari hipotesis.
  5.  Mengomunikasikan, yaitu kegiatan siswa mendeskripsikan dan menyampaikan hasil temuannya dari kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah data, serta mengasosiasi yang ditujukan kepada orang lain baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk diagram, bagan, gambar, dan sejenisnya dengan bantuan perangkat teknologi sederhana dan atau teknologi informasi dan komunikasi. Hasil belajar dari kegiatan mengomunikasikan adalah siswa dapat memformulasikan dan mempertanggungjawabkan pembuktian hipotesis.